Pertama kali bercinta ngentot dengan teman sekolah

Waktu itu gua lagi kelas Matematik, tiba-tiba ada seorang gadis manis duduk di sebelah gue. Dia pake rok mini banget dan bajunya yang super ketat. Bau tubuh tu cewe bukin gua gelisah. Gua langsung berfantasi yang tidak-tidak, sambil sesekali ngelirik ke dadanya yang montok dan pahanya yang mulus. Sepetinya tu cewe tau kalo gua ngelirikin dia terus. Lalu pura-pura gua nanya ke dia namanya siapa. Terus dia bilang namanya Putri. Tampangnya manis banget dan kulitnya mulus banget. Terus gua ajak ngobrol dia. Tu cewe kayaknya masih malu-malu. Seudah kelas bubaran, gua ajak Putri pergi ke caf?buat makan siang. Seudah gitu gua anterin dia pulang.



Dia ajak gua masuk ke tempat kostnya dan ternyata tempat kostnya ini bebas banget, nggak ada aturan yang ketat. Di sana kita ngobrol lagi sampe larut malam, dan Putri orangnya enak banget buat diajak ngobrol. Rupanya rumahnya juga di Yogya, tapi agak jauh dari kota makanya dia pilih kost, sekalian belajar mandiri katanya. Terkadang dia tersipu malu kalo gua ngeliatin mukanya, dan pipinya merah merona. Gua termasuk cowo yang cukup attractive, tinggi gua 180cm dengan tubuh cukup atletis. Dan gua juga termasuk cowo yang gampang bergaul, terutama sama cewek-cewek. Nggak heran kalau banyak cewek yang ngedeketin gua. Tapi sejauh itu gua nggak pernah tertarik banget sama seorang pun. Soalnya kebanyakan cewe yang gua tau sifatnya agak "bitchy", dan gua nggak suka cewe model gituan. Tapi Putri merupakan cewek yang masih lugu dan sedikit pemalu, benar-benar tipe orang Yogya asli. Dan gua suka banget sama cewek model gituan, apalagi dengan muka yang manis dan tubuh yang aduhai. Setelah ngobrol-ngobrol, gua pamitan pulang. Gua tawarin dia kalo dia perlu batuan gua. Dia hanya menberikan senyumnya yang membuat gua terbayang terus hingga gua nggak bisa tidur malem itu.


Besok paginya gua udah nggak sabar buat ketemu dia lagi. Gua semangat banget waktu gua masuk ke kelas matematik, soalnya gua bakal ketemu dia lagi. Eh, pas gue masuk ke dalam kelas, ternyata dia sudah ada di dalam. Gua langsung duduk di sebelah dia. Pas saat gua say hallo, dia memberikan senyumnya itu yang sungguh dahsyat. Hari ini dia pake kaos tampa lengan dan celana pendek, soalnya emang hari itu sedang panas benget. Seudah kelas gua tawarin dia buat jalan-jalan keliling kota. Dia sepertinya mau banget, tapi malu-malu. Katanya nggak enak nyusahin gue. Tentu saja gua bilang tidak. Gua seneng banget waktu dia bilang OK. Terus gua bawa dia keliling kota Yogya, mulai dari malioboro, sampai ke kaliurang. Seudah itu gua bawa dia makan di Restoran Legian yang cukup terkenal romantis. Kita duduk di pinggir jendela dengan pemandangan Malioboro waktu malam hari.



Dia sepertinya terkagum kagum dengan pemandangan yang begitu romantis ditambah lagu "Dying Young" dari Kenny G. Seudah makan gua anterin dia pulang, dan seperti kemarin ini, dia ajak gua masuk ke kamar kostnya Tapi gua bilang udah terlalu malam. Gua nggak enak sama dia, takut dianya udah capek. Tapi dia bilang dia masih seger banget dan pengen ditemenin. Gua girang banget dia bilang gitu. Ya udah gualangsung masuk. Dia duduk di sebelah gua sambil tersipu. Gua tanya kalo dia udah punya pacar atau belum, dan dia bilang belum. Gua tambah semangat! Terus dia tanya kalo gua udah punya pacar belum, tentu saja gua bilang belum soalnya gua emang belon berpacaran.Trus kita ngobrol-ngobrol tentang teman-teman yang sudah punya pacar sambil sesekali gua menggodanya. Kadang dia mencubit gemas tangan gua. Gua mengaduh pura-pura kesakitan sambil padahal suka. Waktu kita habis bahan obrolan, kita hanya berdiam saja. Terus gua memberanikan diri untuk lebih merapatkan posisi duduk kita. Dia sepertinya salah tingkah. Terus gua pegang tangannya sambil melihat wajahnya yang manis itu. Dia tersenyum manis sambil menunduk. Tapi dia memberanikan diri untuk membalas tatapan mataku. Sejenak kita nggak tau mau ngapain dan diam seribu bahasa. Kemudian gua tersenyum dan kemudian kita tertawa lepas menertawakan kejadian itu.



Setelah itu kita kembali terdiam, tapi tatapan mata kita tidak lepas. Kemudian kudekatkan wajahku ke wajahnya. Dan dia diam saja, maka sejenak kemudian kumerasakan kehangatan bibirnya dan dia membalas ciumanku. Setelah ciuman sesaat, dia menyenderkan kepalanya ke pundakku lalu gue rangkul tubuhnya. Dia mengangkat wajahnya dan seperti ingin minta dicumbu. Maka kita berbepelukan dan bercumbu dengan mesranya. Toketnya terasa menempel di dadaku, terasa begitu kenyal dan hangat. Membuat kontol gue berdiri tegang. Gue memberanikan diri untuk memegang buah dadanya dan dia seperti kaget tetapi dia diam saja. Makin lama gue menjadi semakin berani, maka sambil bercumbu kulepas kancing bajunya satu per satu. Dan kemudian kurasakan kulit tubuhnya yang mulus dan kuselipkan tanganku di sela BH-nya. Dan kuraih putting susunya, dia mengerang seperti keenakan. Kemudian tangan gue mulai turun keperutnya dan diteruskan ke selangkangannya dan kurasakan celana dalamnya yang sudah basah. Dia seperti terkejut dan berusaha menolak tanganku. Tapi gue tetap mencoba untuk meraih kemaluannya. Dan sepertinya dia merasakan kenikmatan permainan gue dan membiarkan tangan gue dengan leluasa bermain dengan kemaluannya.



Dan dia pun mulai mendesah kenikmatan. Lalu kulepas seluruh pakaiannya. Dan dia tinggal mengenakan BH dan celana dalamnya. Lalu kubuka bajuku dan dia pun melihat tubuh atletisku. Kemudian kutuntun dia menuju kamar dan kubaringkan di tempat tidurnya. Kulepas BH dan celana dalamnya dan tampaklah tubuh yang begitu sempurna bagiku dengan buah dada yang cukup besar dan memeknya yang ditumbuhin bulu bulu halus. Kemudian kubuka selangkangannya dan tampaklah kemaluannya yang begitu indah berwarna pink dan juga basah. Kemudian kudekatkan kepalaku ke memeknya dan gue pun mulai mencium bau yang mengairahkan. Gue kecup memeknya dan kumainkan kelentitnya dengan lidah gue. Putri hanya mengerang saja sambil memanggil manggil nama gue. Kemudian kulepas celana dan celana dalamku, dan muncullah batang kemaluanku yang sudah tegang sejak tadi. Putri terkejut melihat kemaluanku yang begitu besar. Kuraih tanggannya dan kubimbing ke kemaluanku, Putri kelihatan gugup tetapi senang memainkannya.



Dia seperti melihat barang aneh. Dielusnya dan digenggam erat olehnya. Kemudian kubimbing wajahnya mendekati kemaluanku. Putri tampak kebingungan, kemudian kusuruh dia membuka mulutnya dan mengulum batangku. Putri tampaknya ragu-ragu tapi kelihatan dia ingin tau bagaimana rasanya. Kemudian dia mengulum batangku sambil dihisap seperti permen loli. Kenikmatan yang kurasakan tidak ada duanya. Dia sangat menikmati permainan ini. Kemudian kutanya dia kalau gua boleh memasukkan batangku ke dalam kemaluannya. Dia takut sakit katanya, lalu kubilang kalau sakitnya hanya sebentar saja. Lalu dia merebahkan tubuhnya dan mengangkang. Kemudian kugesek-gesekan kemaluanku di mulut vaginanya. Putri mengerang kenikmatan terus kutekan kontolku ke dalam memeknya. Putri merintih kesakitan dan mengalirlah darah perawan yang segar membasahi kontolku. Gue terus memaju mundurkan kontolku perlahan lahan. Lama kelamaan rintihan kesakitan berubah menjadi desah kenikmatan.



Putri memeluk tubuhku erat sekali dan kurasakan cairan hangat di dalam vaginanya. Dan tubuhnya pun menjadi lemas. Gue tahu bahwa dia sudah mencapai klimax, tetapi aku belum. Maka kupercepat gerakanku, Putri seperti sudah tidak kuat lagi tetapi lama kelamaan dia mulai naik lagi dan mengiringi gerakannku. Gue merubah posisi kita menjadi "dog style" dan Putri pun mengerang lebih keras. Memek Putri seperti menghisap dan memijit-mijit kontol gue. Tak lama kumudian gue merasakan kalau gua udah ampir keluar, dan sebentar kemudian air mani gua muncrat di dalam memeknya. Lalu gue dan Putri tebaring lemas.

Hasil Pencarian Bokep Cewek Sma Diperkosa Teman Sekolah Cyber ...Video Cewek Sma Ngentot Teman Sekolah – 2009 Picked News. Video CEWEK Bugil Ajak Teman Ngentot – Info Lowongan Kerja dan … … hotel · 3gp Bokep Dian Seksi ...blogger.kebumen.info/.../Bokep+cewek+sma+diperkosa+teman+sekolah - Cerita Ngentot Teman Sekolah Koleksi Foto Bugil Video cewek sma ngentot teman sekolah … CEWEK bugil Ajak Teman siap ngentot,CEWEK SEKS pembantu seksi binal pantat … Rempit & Bohsia Sekolah,Kemalangan . ...koleksifotobugil.newsthegadget.com/.../cerita-ngentot-teman-sekolah -Video Cewek Sma Ngentot Teman Sekolah Picked News & Informations Video Cewek Sma Ngentot Teman Sekolah. Latest Informations: Insigne Font Pack Collection · The Stupidest Band Names · Direct Download Americas Army 3 ...pickednews.com/.../video+cewek+sma+ngentot+teman+sekolah -Ngentot Ibu Teman File Download From Easy-share - Ngentot Ibu Teman Download - Software, Movie, Music, Mp3, Free, File Search ... Easy share file downloads Bokep cewek sma diperkosa teman sekolah nbsp Visit ...www.avun.com/Easy-share.com/ngentot-ibu-teman.html - Teman Sekolah Foto Cewek Bugil3 groups discussing friendster cari teman cewek. … suamiku cara www seks ml kantor ngentot dekat lama ngobrol sekantor cowok ratu kerja sekolah closehead … ...koleksifotobugil.com/tag/teman-sekolah -
Video Cewek Sma Ngentot Teman Sekolah - Info Lowongan Kerja dan ...Video cewek sma ngentot teman sekolah ... CEWEK bugil Ajak Teman siap ngentot,CEWEK SEKS pembantu seksi binal pantat … Rempit & Bohsia Sekolah,Kemalangan . ...spotindo.com/.../video+cewek+sma+ngentot+teman+sekolah -

Nikmatnya memek abg perawan dientot dalam mobil

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dengannya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dalam one day trade. Sebagian masuk ke dalam rekening pribadinya. "Aku memang patut mendapatkan," pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Beberapa anak SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. "Ahh.." kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan agar menunda. "Instingku semakin bagus saja," senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dengan putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dengan pemandangan di depannya.

Rudi menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. "Tenang Rud, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu," katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dengan segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit. Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. "Bagus!" ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dengan hambar. "Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah," sungutnya sambil mematikan. Rudi menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. "Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya," katanya dalam hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dengan tangannya di belakang sehingga dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dengan leher yang jenjang. Rudi mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dengan gadis belia. Itukah yang diinginkannya saat ini? "Tidak," sahutnya sendiri, "Itu terlalu gila." sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dengan seksama lekukan pantat yang padat itu dengan lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dalam format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka tersingkap roknya. Rudi bersorak dalam hati. Diperhatikannya dengan seksama paha bagian dalamnya... begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dalam bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya. Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dengan belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti.

Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte karena beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Rudi meraung keras sekali. "Arrgh!" Ditatapnya para lelaki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.

Langit semakin gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat. Di dalam mobil Rudi tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya. Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Rudi membalas dengan mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya karena kaca mulai mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Rudi hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu ada di sana dalam keadaan basah kuyup. Rudi memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Rudi. Tapi tunggu... dalam keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dengan pantat yang bundar, Rudi kembali ereksi. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas. Dibukanya pintu mobilnya kemudian ia berlari mendekati gadis itu. Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. Payudaranya sangat penuh menyesaki branya sekitar 34. Pinggul yang ramping dengan pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah dan bersih.

Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dengannya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. Rudi tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang transparan. Dengan berdalih bosan di mobilnya, Rudi mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu. Gadis itu bernama Dina, kelas satu SMU swasta berumur 16 tahun. Rudi tak menghiraukan secara detail percakapannya karena suara Dina terdengar sangat merangsangnya.

"Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih," kata Rudi.
Dina menatap ragu. Rudi menangkap maksud pandangan itu.
"Ok, begini... Kamu nggak perlu takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dalamnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dengan kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?" Dina tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.

Di dalam mobil Dina merasa gugup. Baru kali ini ia manuruti orang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Dina menjadi kesal. Dina membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya. "Ini cukup," ujarnya. Dengan tersenyum acuh Rudi menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya. "Kamu kedinginan? saya punya kemeja bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menegok ke belakang," tanya Rudi penuh harap. Dina menggelengkan kepalanya.

Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Dina pun mulai berani menceritakan dirinya. Mata Rudi mencuri pandang untuk menatap paha Dina yang tersingkap. Rudi menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay. Ia ceritakan dengan lancar dan halus hingga Dina tidak tersinggung. Rudi menangkap beberapa kali Dina menarik nafas panjang, sepertinya Dina terangsang mendengar cerita Rudi. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya. "Tampaknya ini tak cukup," kata Rudi. Lalu ia menawarkan Dina untuk menonton VCD kartun kesayangannya. Dina berseru gembira. Lalu Rudi membuka TVcar-nya dan berkata, "Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu." Dina mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

Rudi keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya... 5 menit dari sekarang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu. Dina menatap adegan di mini TV itu. Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Rudi dari dalam mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi dingin. Lelaki itu sekarang menjilati paha. Dina menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dalam film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. Dina merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Iapun heran mengapa nafasnya begitu.

"Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang," sembur Rudi. Dina tersentak dan memalingkan wajahnya. Rudi pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya. "Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Din," kata Rudi tergagap. Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil. Dina sangat terkejut melihat itu lalu berkata, "Udah deh Rud nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya," katanya sambil memegang lengan Rudi. Rudi menoleh pelan sambil menatap mata Dina. "Sorry?" Dina menyahut pelan. "Nggak pa-pa," nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin Rudi. Now or never.

Dipegangnya lengan Dina. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dengan bra membayang itu Rudi kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir Dina. Dina tersentak ke belakang kaget. Rudi memburunya. Dikulumnya bibir bawah Dina yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sehingga Dina tampak seperti berbaring. Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga. Lidahnya menggelitik belakang telinga Dina sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya. Bau harum rambut Dina memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang Rudi untuk berbuat lebih jauh. Dibukanya kancing seragam sekolah Dina sambil mengulum mulut Dina. Dina menggelengkan kepalanya perlahan. Rudi mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut. Betapa muda dan tak berdosanya. Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dengan seluruh indraku untuk membuatmu menjadi ternoda. Aku ingin menyetubuhimu, menghinakan tubuh sucimu, karena aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati Rudi berteriak.

Dibukanya bra itu lalu dengan rakus dijilat puting kiri Dina sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaranya, seakan hendak ditelannya. Dina mengerang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu Rudi memindahkan tubuhnya ke atas Dina. Dengan kasar dipegangnya celana dalam Dina. Dina tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan.

Keingintahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya. Saat ia merasa takut dengan perbuatan Rudi, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayang, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang. Dina meneriakkan kata jangan sewaktu Rudi dengan kasar melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Rudi berpindah tempat dengan cepat ke bawah tubuhnya dan mulut Rudi mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan. Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh Rudi ke atas. Dina tak tahu apa yang dilakukan Rudi, tapi ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkurang. Dibukanya matanya. Tampak Rudi sedang mengamatinya dengan matanya yang menyala oleh birahi.

Rudi mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan Dina dengan rambut kemaluan yang tumbuh tak beraturan. Kemudian dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris Dina. Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekarang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.

Sekarang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dengan caraku, dengan nafsuku. Akan kubuat tubuh suci ini ternoda oleh tubuhku, oleh nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dengan spermaku. Akan kuberi cairanku yang akan menyatu dengan dirinya sehingga ia akan selalu terkotori oleh nodaku. Rudi semakin liar dan segera menghentikan tindakannya ketika Dina mulai mengejang. Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan Dina. Dengan mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal Dina. Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. Rudi mendengar suara Dina hanya, "Ssh.. sh.." terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul Dina. Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh Dina melengkung kaku. Kini saatnya... Rudi mengeluarkan spermanya sambil menekan dalam-dalam.

bokep » Memek perawan dikerjain kemudian dientot Sebelum perawan ini dientot sebaiknya memeknya dikerjain dulu biar siap di jebol… ... Foto toket dan memek ABG juga cewek genit telanjang bug (1) ... kekasih ngentot dalam mobil (1); Photo dan Film…lagi enak tiduran ehhh…dientot (1) ...bokep.pussyblog.com/.../memek-perawan-dikerjain-kemudian-dientot/ -Abg Nakal: gadis perawan dientot Perawan Cantik Bugil Siap Di Entot · Memek Artis Indonesia, Gadis Bugil, ... Url : http://abg-x.blogspot.com/2009/05/gadis-perawan-dientot.html ... Cewek Sma Habis Dientot · Cewek Manis Toket Gede · Cewek Ngentot Di dalam mobil ...abg-x.blogspot.com/2009/05/gadis-perawan-dientot.html - Memek perawan dientot - Rapidshare SearchRapidShare File Search Results: 1-25 of 162 for memek perawan dientot ... 10.22M, beCeknyA Memek aBg .rar download · http://rapidshare.com/files/. ... 1.14M, Memek-PNS-di-mobil.mpg .rar. http://rapidshare.com/files/. ...rapidlibrary.com/index.php?q=memek+perawan+dientot - Abg Cewek: Memek Dikerjain Gosip Artis, Foto Artis Indonesia dan ...bokep » Memek perawan dikerjain kemudian dientot cewek perawan di entot. ... Cewek Bispak cantik menawan « Memek abg ngentot smu chika vagina . ... Cici Paramida Tluka Karena Diserempet Mobil Suami · Luna Maya Interview Ariel Peterpan ...istanaartis.com/search/abg+cewek:+memek+dikerjain - Abg Nakal Gadis Perawan Dientot - Web Search Abg Nakal Gadis ...body perawan Bugil dan Telanjang Pastinya gambar " Gadis Abg dientot ... Bugil Telanjang Toket Montok memek Gadis abg Hot Cewek indonesia Abg Cantik Toket ...spotiklan.net/search/abg+nakal+gadis+perawan+dientot -Memek Abg Perawan Dientot IklanPrima.com YANG MAU JUAL/BELI MOBIL HONDA, AGAR CEPAT LAKU IKLANIN AJA DISINI ! ... DISEWAKAN KAMAR DI DAERAH MENTENG DALAM, SEKALIAN PROMOSI BIRO IKLAN . ... HASIL PENCARIAN IKLAN TENTANG MEMEK ABG PERAWAN DIENTOT Di bawah ini adalah daftar hasil ...iklanprima.com/search/memek+abg+perawan+dientot - Mahasiswi Nakal Cewek Perawan Pengen Di Entot Gadis Nakal Sexy Gadis Pengen Ngentot Abg ... Memek Harum Cewek Perawan; Gadis Model cantik pengen di entot ... gambar memek perawan (4487 views) Foto ...indotopsite.com/.../mahasiswi+nakal+cewek+perawan+pengen+di+entot -

Nikmat lihat istriku dientot orang di lubang anus

Dalam setahun belakangan ini, aku selalu mengungkapkan fantasiku ini saat berada di atas ranjang dan dia selalu menjadi bergairah karenanya dan akan diiringi dengan seks yang liar dan multi orgasme setiap kali mendiskusikannya. Masalahnya, jika diluar area ranjang Della tidak pernah mau mendiskusikan hal tersebut denganku, yang membuatku cukup merasa frustrasi. Jika aku berusaha untuk mengajak dia untuk mendiskusikannya dia langsung marah dan pergi meninggalkan ruangan. Della memang seorang wanita dengan latar belakang keluarga yang sangat ketat pendidikan agamanya.

Istriku Della saat ini berusia 35 tahun. Tinggi dan berat badannya yang rata-rata tetap terjaga bentuknya dengan rutinnya dia pergi ke pusat kebugaran dua kali dalam seminggu. Payudaranya juga sedang-sedang saja, tapi memiliki puting susu yang cukup besar saat dia sedang dalam gairahnya. Dan yang paling membuatku bangga beristrikan dia adalah wajahnya yang sangat manis dan teramat menarik, disamping kepribadiannya yang baik dan senyumannya yang selalu dapat meredakan amarahku. Dia juga seorang pasangan bercinta terbaik yang pernah kudapatkan.

Akhirnya, kuputuskan agar fantasiku tentang dia yang bercinta dengan pria lain dapat terwujud, aku harus mencoba cara yang berbeda dengan jalan yang kupakai selama ini. Aku tahu dia sangat selektif terhadap pria. Maksudku selama perkawinan kami aku ingat ada sekitar empat atau lima pria lain yang mampu menarik perhatiannya. Kesemuanya dengan kepribadian yang unik, dapat kukatakan begitu, tinggi, gagah, dan menarik. Hasilnya, setelah sedikit ‘kembali ke masa lalu’, aku akhirnya menjatuhkan pilihanku pada seorang pria berumur sekitar tiga puluhan yang aku yakin memenuhi deskripsi tentang seorang pria yang dapat menarik perhatian Della. Aku bertemu dengannya saat sedang berkeliling di seputar kota. Namanya Thomas, dia sangat gagah dan tinggi dengan kulit yang kecoklatan, dan sangat menarik menurutku. Satu hal yang dapat menarik perhatian Della dari Thomas adalah tak hanya dia seangat menarik dan berkharisma, dia seorang pria bertipe jantan dan ‘jalanan’ yang sangat kontras dengan kami yang berpendidikan dan mapan.

Di salah satu kafe di sudut kota, waktu pertama kali bertemu dengan Thomas, kukeluarkan selembar foto Della dan mengatakan padanya aku ingin agar dia bercinta dengan Della. Dia menyukai fotonya dan bilang kalau dia mau dia boleh bercinta dengannya sesuai caranya, tapi pertama-tama kami harus membuat Della bersedia melakukannya.

Kami membuat sebuah rencana agar Thomas dan Della dapat bertemu, disamping rasa takutku kalau Della takut dan marah dan semua kerja kerasku ini akan sia-sia. Akhirnya kami memutuskan kalau dia akan datang ke rumah besok malamnya dan pura-pura menjadi seorang teman lama yang sekian tahun tak pernah bertemu, sedang singgah di kota ini dan mampir sejenak di rumahku.

Malam yang kunantikan serasa tak kunjung tiba, aku tenggelam dalam hayalanku membayangkan bagaimana malam tersebut akan berlangsung. Disamping rasa takutku kalau Della akan marah besar padaku karena telah menyusun rencana ini tanpa persetujuannya, aku lebih takut kalau dia tak bersedia berhubungan seks dengan Thomas. Kuhabiskan waktu untuk menyalakan lilin, menghidupkan CD player dan memilih lagu yang tepat untuk menjaga situasi hatinya. Kemudia kubujuk dia agar memakai sepatunya yang bertumit tinggi yang selalu menggairahkanku saat bercinta dengannya. Kurebahkan dia di atas karpet lantai ruang keluarga dan mulai mencumbu vaginanya selama kurang lebih 15 menit saat dia mendapatkan orgasme pertamanya. Dia mulai hanyut dalam irama yang aku buat, segera menjadi sangat basah saat aku mulai menyetubuhinya dengan gerakan lambat dan panjang. Aku mulai khawatir tak mampu bertahan lebih lama lagi, saat orgasmenya yang kedua mulai terbangun ketika akhirnya Thomas mengetuk pintu depan.

Ketukan itu membuatnya langsung bangkit dengan sedikit ketakutan dan langsung bertanya siapa yang mengetuk itu, saat itu sekitar pukul 10 malam. Aku tak tahu, jawabku tapi aku akan segera mencari tahu dan mengusirnya peergi. Dia segera merapikan pakaiannya dan kutenangkan dia, aku tak akan mengijinkan siapapun masuk kemari, maka dia kembali rebah di karpet menggosok kelentitnya menungguku kembali dan menyelesaikan apa yang telah kami mulai.

Kubuka pintu dan menjumpain Thomas berdiri di sana dengan maskulin dan mata yang bercahaya. Kukedipkan mataku padanya dan segera menyuruhnya masuk dengan tenang. Kubisikkan padanya agar segera ke ruang keluarga. Saat ini Della pasti sudah mendengar kedatangan kami.

Kami berjalan memasuki ruang keluarga dan kuperkenalkan Thomas pada Della yang duduk di sana memandanginya untuk beberapa waktu, bertanya-tanya siapa gerangan pria ini… dan apa yang sedang terjadi? Lalu dia memandangku, dan berbalik memandangi kami berdua bergantian. Aku takut dia akan marah tapi dia mengejutkanku dengan tenangnya berdiri membiarkan pakaiannya yang berantakan tadi terjatuh dikarpet. Dan kemudian berjalan mendekat lalu memberi Thomas sebuah pelukan sebelum kembali berbalik lagi dengan pantat dan payudaranya yang bergoyang saat dia berjalan untuk duduk di karpet itu lagi. Belakangan aku tahu kalau dia sudah menyadari saat aku menjawab ketukan pintu itu bahwa aku sudah merencanakan ini semua. Saat pertama kali dia melihat Thomas, dia tahu kalau aku mengharapkan pria ini datang dan bercinta dengannya. Dia akhirnya memutuskan untuk melakukannya saat mengetahui kalau Thomas seorang pria yang menarik dan dia sudah siap untuk itu…

Setelah dia duduk di atas karpet lantai, kami bertiga akhirnya juga duduk di atas karpet sekitar satu jam agar merasa nyaman berbicara tentang sesuatu selain seks meskipun kami dapat merasakan aura seksual semakin terbangun naik. Della duduk dengan tenang meskipun hanya memaki sepatu bertumit tingginya dan payudaranya yang terpampang dengan bebas di depan kami berdua dengan sangat menggoda. Aku memergoki Thomas memandangi payudaranya. Dapat kukatakan Della menikmati pengalaman ini karena dia menggoda kami berdua dengan mengatakan kalau wajah kami merah dan terangsang. Dia terlihat sangat santai dan mengontrol situasi ini, yang sangat membuatku tekejut.

Dapat kulihat tonjolan besar di celana Thomas. Ukuran penis di baliknya terlihat besar (belakangan Della bilang padaku dia menyadari hal itu juga dan itu membuatnya sangat terangsang, membantunya memutuskan untuk bercinta dengan Thomas). Tidak ada seorangpun yang tergesa-gesa meskipun aku sangat ingin melihat Thomas berada diantara pahanya mengocoknya berulang-ulang untuk memberinya multi orgasme. Della kelihatan sangat menikmati setiap waktunya dan melakukannya dengan perlahan yang membuatku frustrasi. Ini menuju pada titik dimana aku mengharapkan fantasiku menjadi nyata.

Saat Della akhirnya benar-benar merasa nyaman, dia rebah tengkurap dan meminta agar punggungnya dipijat. Ini adalah tanda yang kami tunggu-tunggu dan dalam keadaan ini tak mengejutkanku jika Della lah yang mengambil inisiatif tersebut. Dengan cepat aku memberi Thomas kesempatan memberi pijatan pada paha dan pantat Della, sedangkan aku dengan berdebar-debar terfokus pada leher dan bahunya. Kubiarkan Thomas memberikan akses menyeluruh terhadapnya.

Thomas mulai membelai pahanya dengan lembut. Setelah beberapa saat tangannya mulai bergerak naik hingga semakin mendekati vaginanya. Terlihat tubuh Della sering menggelinjang saat dia melakukan pekerjaannya, tapi lalu dengan cepat Della menyembunyikan reaksinya tersebut. Setelah beberapa menit kemudian Thomas memindahkan sasarannya dan mulai meremasi pantat Della dengan kedua tangannya. Dapat kulihat area di sekitar vagina Della sudah menjadi basah saat Thomas menjalankan aksinya.

Akhirnya, Thomas kembali pada gerakan awalnya tadi pada bagian dalam paha Della dan membiarkan jarinya berada di dekat vaginanya. Dia benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya dan dia tahu reaksi yang diberikannya terhadap Della yang mulai menekankan pinggulnya dengan pelan ke karpet. Mereka berdua terlihat sangat menikmati permainan kucing dan tikus ini. Dapat kulihat penis Thomas mendesak keluar dari celananya dan membuat celananya seakan hendak robek karenanya. Dengan cepat diturunkannya risleting celananya dan segera mengeluarkan penis itu. Akhirnya dia tak mampu menahannya lebih lama lagi dan bergerak menaiki tubuh Della dan mulai menggosokkan penisnya naik turun di belahan pantat Della. Dapat kukatakan Della berada dalam dunianya sendiri saat ini, dan jika aku pernah berfantasi tentang dia yang bercinta dengan pria lain, mereka mewujudkannya saat ini. Della sangat sensitive perasaannya saat bercinta dan dia bisa merasakan betapa besar dan kerasnya penisnya yang menekan pada pantatnya itu. Dengan pelan Della mulai menggoyangkan pantatnya pada penis itu dengan mata terpejam, tapi apa yang tergambar pada wajahnya memberitahukanku betapa apa yang tengah dirasakannya sungguh menakjubkan.

Tak lama kemudian, kulucuti pakaianku dan bergerak ke sofa didepan Della. Dengan cepat Della bengkit dan dengan bertumpukan kedua lengan dan kakinya dia mulai menghisap penisku. Della sungguh sangat terbakar gairahnya, dimasukkannya seluruh batang penisku hingga menyodok di tenggorokannya. Dengan posisinya itu membuat pantat Della tepat berada di depan Thomas. Della sepertinya memang menginginkan Thomas berada di belakangnya, berada tepat di belakang vaginanya yang sudah gatal. Aku tahu Della terlalu malu untuk ‘meminta’ begitu juga denganku agar Thomas segera menyetubuhinya dan dengan cara inilah Della mengungkapkannya… Thomas mulai membuat langkah pertamanya!

Aku mengisyaratkan pada Thomas untuk melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Aku tahu dia memiliki tubuh yang tegap, tapi saat dia melepaskan pakaiannya, tubuhnya terlihat sangat menakjubkan bagiku. Aku tahu Della juga akan menyukai bentuk tubuhnya Thomas dan apalagi penis besarnya itu nanti saat dia memalingkan wajahnya ke belakang melihatnya.

Penis Thomas perlahan tumbuh membesar saat dia melepaskan pakaiannya. Kupegang bahu Della, mengehentikan hisapannya pada penisku, dan menyuruhnya berbalik menghadap pada Thomas yang berlutut di hadapannya. Rasa cintaku padanya sungguh meluap saat ini. Dia menerima Thomas dan menggenggam bola zakarnya dengan tangannya yang halus dan memasukkan penis Thomas yang masih belum erkesi penuh ke dalam mulutnya. Penis Thomas dengan cepat mengeras dalam mulutnya. Dia suka menghisap penisku hingga ke tenggorokannya, tapi saat dia mencoba untuk memasukkan penis Thomas sampai ke tenggorokannya, dapat kulihat dia mengalami kesulitan dengan ukurannya, dan dia hampir tersedak untuk beberapa waktu. Tapi itu malah membuatnya semakin terangsang dan dia terus berusaha memasukkan penis Thomas ke dalam sampai tenggorokannya dapat beradaptasi dengan ukurannya. Belakangan Della menceritakan padaku, jika saja ukuran penis Thomas se inchi saja lebih panjang, dia tak mungkin dapat menampungnya. Saat Della sibuk dengan ‘pekerjaannya’, kusingkirkan lepas celana dalamnya dan mulai menggosok vaginanya dari belakang. Salah satu fantasi terbesarku adalah menggosok Della saat dia menghisap penis besar pria lain dan sekarang aku tahu aku sangat menyukainya. Aku lihat Della sangat asyik dengan ‘pekerjaannya’. Kehangatan cengkeraman dinding vagina Della langsung kurasakan begitu kulesakkan penisku ke dalamnya.

Aku mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya agar penisku dapat lebih dalam masuk ke dalam vaginanya saat tengan Thomas berada pada kepala Della menggerakkan seperti keinginannya saat dia menyetubuhi mulut Della. Dalam waktu yang bersamaan aku menyetubuhi Della dengan lembut dari arah belakang, Thomas menggoyangnya dengan keras, memasukkan batang penisnya sedalam-dalamnya ke mulutnya dengan tangannya menahan gerakan kepala Della. Della tersedak waktu Thomas berusaha merangsak semakin dalam. Aku dapat mendengar suara kekurangan nafasnya itu, tapi seperti seorang ‘jalang’ yang baik Della tak berhenti dan aku mulai dapat mendengar lenguhannya diantara suara nafasnya yang tersedak saat dia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi ayunanku.

Dengan semua yang tengah berlangsung ini dan pemandangan Thomas yang sedang menyetubuhi mulut Della, membuatku tak memerlukan waktu lama untuk berejakulasi di dalam tubuhnya, melumuri dinding vagina Della dengan semburan spermaku. Rasanya seperti kudapatkan orgasme terbesar dalam hidupku. Bisa kulihat orgasmeku dan oral yang diberikan Della mendekatkan orgasme Thomas. Aku ingin menyaksikan Thomas menyetubuhi Della dan keluar dalam vaginanya, maka dengan cepat aku segera bangkit dan menyuruh Della naik ke atas sofa, merangkak untuk baralih menghisap penisku, agar Thomas dapat menyetubuhinya dari belakang. Akan selalu kuingat saat Thomas menyelipkan penisnya ke vagina Della, seperti hal itu berhenti untuk beberapa waktu. Ini adalah fantasi yang sudah lama kudambakan.

Yang membuatku kagum adalah betapa cepatnya gerakan Thomas yang sudah berada di belakang Della dan langsung melesakkan penisnya ke dalam vaginanya. Sepertinya dia hanya mengenal satu kecepatan, dan itu adalah mendorong masuk dengan cepat dan keras. Aku tak tahu apa dia pernah berpikir kalau kami akan menghentikannya menyetubuhi Della, atau kami menyuruhnya untuk memakai kondom terlebih dulu. Sebelum kami sempat bereaksi dengan apa yang dilakukannya dia sudah berada di belakang Della dengan sekejap. Dan seperti yang Della katakan padaku kemudian… Thomas bukannya memasukkan penisnya… Dia menghentakkan seluruh batang penisnya ke dalam vaginanya dengan hanya sebuah dorongan saja. Della juga mengungkapkan padaku kalau dia belum pernah meraskan sebuah penis yang begitu besar, begitu nikmat, dan belum pernah merasa terisi penuh seperti yang dirasakannya akibat penis Thomas saat itu, saat dia melesakkannya dari belakang. Itu membuat nafas Della terhenti sejenak dan dia memutuskan tak perduli apa Thomas memakai kondom atau tidak, atau kalau-kalau dia bisa jadi hamil karenanya. Della ingin dia menyetubuhinya dan merasakan dia menghantam dinding vaginanya dengan penis besarnya tersebut (dan Della belakangan juga menambahkan kalau dia suka dengan bola zakarnya, yang lebih besar dan lebih berat dari milikku dan lebih jauh menggantung, hingga saat dia sedang menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu akan menampar kelentitnya yang membuatnya menggelinjang kegelian).

Tak perlu dikatakan lagi menyaksikan momen ini dan melihat ekspresi wajah Della saat dia menghisapku mendorongku dengan cepat ke batas akhir untuk yang kedua kalinya. Sepertinya aku keluar lebih keras dan lebih lama dari yang pernah kualami, yang menyebabkan Della membuka matanya dan menatapku dengan mimik yang lucu. Aku terus mengisi mulutnya dengan berjuta sperma yang dihisap dan ditelannya. Sebuah pengalaman pertama dalam hidupku yang sangat menguras staminaku dan membuat aku dua kali orgasme dengan hebatnya.

Saat aku berejakulasi dalam mulut Della, Thomas menyetubuhinya dengan keras dan cepat dari belakang. Aku bangkit dan menyingkir dari medan pertempuran mereka, dengan cepat Thomas langsung membalikkan tubuh Della agar rebah pada punggungnya. Lalu Thomas kembali memasukkan penisnya yang terlihat semakin bertambah besar saja, dan mereka mulai berciuaman dengan rapat, kaki Della berada di bahu Thomas. Dengan kaki Della yang berada di bahunya, Thomas mulai mengayun dengan tenaga yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Lengan Della melingkari leher Thomas saat dia menghentak tubuhnya.

Saat itu aku ingin menghentikan Thomas dan menyuruhnya agar memakai kondom agar Della tidak hamil. Tapi saat kulihat mereka berdua, dapat kulihat bahwa Della sudah terlalu jauh untuk dihentikan dan Thomas tengah berada dalam iramanya yang tak kutemukan celah untuk menghentikannya sebentar. Setelah beberapa menit melihat mereka berdua bergerak semakin keras, itu membuatku semakin terangsang hingga tak mampu berkata apapun, apalagi Della tak pernah meminta Thomas untuk memakai kondom. Mungkin saat ini bukan masa suburnya atau dia bahkan tak memusingkan hal itu. Disamping itu, hal ini sangat liar dan seksi bercampur menjadi saru menyaksikan seorang pria asing menyetubuhi istriku tepat di depan mataku sendiri… dan di rumahku sendiri… dengan seijinku. Kepala Della terlempar ke sana-kemari dan kedua kelopak matanya terpejam rapat saat dia dengan rela membiarkan Thomas menyetubuhinya. Yang membuatku sedikit terkejut ternyata jika Della sedang berada di puncak gairahnya, dia bias mengumpat sepeti seorang wanita jalang dan saat dia tahu Thomas akan segera orgasme dia menyuruhnya agar keluar jauh di dalam vaginanya! Aku hanya duduk di samping mereka, melihat, tapi aku tahu kalau aku mengingatkan Della tentang kondom, itu akan merusak semuanya dan dia akan sangat marah. Belakangan dia mengatakan kalau itu terasa sangat aneh merasakan penis Thomas mengisi penuh vaginanya tanpa kondom. Setiap Thomas mendorong, rasanya dia mendapatkan sebuah orgasme kecil. Saat akhirnya Thomas orgasme, dia dapat merasakan penisnya berdenyut meledakkan spermanya, dan spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum pernah diraskannya sebelumnya. Waktu Thomas mulai oberejakulasi, Della mengerang keras, dia dapat merasakan penisnya menjadi bertambah besar, dan dia semakin keras menjerit merasakan sperma Thomas mengahantam jauh di dalam tubuhnya. Della mendapatkan orgasmenya sendiri karenanya, tubuhnya bergetar hebat, dia menyentakkan pinggulnya semakin merapat pada tubuh Thomas agar dia semakin masuk ke dalam.

Ini membuatku terangsang sekaligus membuatku takut. Belakangan Della meyakinkanku kalu saat itu memang dia sedang tidak dalam masa suburnya dan syukurlah ternyata dia benar.

Ini adalah permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas dan setiap kalinya tak kurang dari empat jam non stop kecuali untuk mandi berendam dengan air panas.

Saat Thomas orgasme, dia rebah pada punggungnya tapi Della tak mengijinkannya beristirahat. Rambutnya terlihat basah oleh keringat melekat pada wajah, leher dan bahu dan dadanya yang semuanya terlihat bersemu merah setelah mendapatkan begitu banyak orgasme. Setiap saat spermanya akan meledak, Della segera menghisap penisnya jauh ke dalam tenggorokannya hingga penisnya mengeras kembali. Dengan penis besarnya tersebut, Thomas tak banyak mendapatkan wanita yang dapat menghisap penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokan, maka setiap Della berusaha memasukkan penisnya ke dalam tenggorokannya membuat Thomas bergairah dan ereksi segera. Della belakangan mengatakan kalau dia belum pernah meraskan penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.

Yang membuat Della begitu bergairah saat berhubungan seks dengan Thomas adalah kenyataan bahwa Thomas mampu menyetubuhinya dengan sangat keras. Dan juga Thomas selalu menampar bongkahan pantat Della setiap kali dia mengayun sampai pantatnya merah dibuatnya. Serta gigitannya pada putting Della yang sangat sensitive, yang hanya dengan menggosoknya saja dapat memberinya orgasme, sangat menaikkan kenikmatannya. Della selalu menyuruhku agar berbuat lebih keras lagi terhadapnya saat bercinta tanpa harus menjadi kejam. Entah bagaimana, perlakuan Thomas itu membuatku khawatir sampai di mana batas ketahanan yang dimiliki Della. Aku menyadari hal itu saat melihat betapa sosok pria jalanan yang dimiliki Thomas selalu membuatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras dan cenderung kasar itu. Itu sangat kontras dengan gambaran percintaan kami selama ini. Meskipun sejak kusuruh Thomas untuk menyetubuhinya dengan caranya sendiri dan itu memang membuat Della bergairah dan liar.

Della adalah satu-satunya wanita yang pernah kutemui yang benar-benar menyukai menghisap penis hingga ke dalam tenggorkannya dan menelan sperma seorang pria, dan dapat kulihat dia ingin Thomas agar keluar jauh di dalam tenggorokannya. Saat menghisapnya, Della mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Thomas diiringi dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya yang membuat Thomas mengerang keenakan. Setiap kali Della menambah dorongan jarinya masuk ke dalam lubang anusnya, Thomas menggelinjang, lalu mengerang. Sangat erotis buatku, Della ingin merasakan spermanya seperti yang dikatakannya padaku kemudian. Aku terpesona menyaksikan mereka berdua yang terlihat sangat indah dan seksi dan tubuh Thomas yang selalu menggelinjang karena perlakuan Della. Dan akhir dari pertahanannya, dia mengangkat pantatnya naik dari atas karpet dan mengerang keras mengiringi ledakan spermanya. Thomas menahan belakang kepala Della agar tak bergerak. Belum pernah kudengar suara yang seperti ini, Thomas mengerang dengan nyaring, suaranya hampir menyerupai suara seorang wanita. Reaksi tubuh Thomas membakar gairah Della, dan dia tak akan melepaskan Thomas saat dia menghisap habis sperma Thomas hingga tetesan terakhir.

Della menceritakan padaku berulang kali setelahnya bahwa dia menyukai rasa dari spermanya itu. Kupikir memang jelas Della menyukai apapun yang dimiliki Thomas. Setelah Thomas cukup pulih, dengan bercanda dia mengatakan bahwa dia keluar dengam dahsyat hingga dapat membuat langit-langit ruang keluarga ini jebol jika Della tak mengisapnya tadi. Della suka dengan antusiasnya dan mengatakan tidak apa-apa sekeras apapun dia keluar dalam tenggorokannya.

Kami bertiga perlu istirahat dan pergi berendam dengan air panas dalam bak mandi. Aku pikir mereka berduia sudah selesai, tapi mereka mulai saling menyentuh, saat bibir mereka saling melumat, membuatku ereksi keras untuk yang ke empat kalinya. Rasanya aneh melihat mereka tak merasakan kelelahan dalam berhubungan seks. Mereka memasuki sebuah level yang baru. Della sedang bercinta dengan Thomas dan aku merasakan cemburu dan terangsang dalam waktu yang sama.

Akhirnya, aku mengajak mereka keluar dari kamar mandi dan meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi dan hisapan Della membuat Thomas mengeras lagi dan Della naik ke atas tubuh Thomas yang duduk di atas sofa dan dia menyetubuhinya dengan liar sampai kupikir sofa itu akan patah dibuatnya. Nafas Della terdengar memburu saat dia berusaha meraih orgasmenya lagi dengan cara yang cepat. Jelas Thomas nampak belum selesai dengan Della karena saat Della akhirnya rebah dalam pelukannya dengan orgasme yang diraihnya, Thomas langsung mendorong tubuh Della merangkak di atas karpet dan memposisikan dirinya di belakang Della.

Kupikir dia akan memasuki Della dari belakang lagi, tapi akau salah. Dengan lemah Della berusaha mencegah Thomas yang berusaha memasukkan penisnya ke dalam lubang anusnya, tapi Della terlalu lemah setelah orgasme tadi. Dengan mudah Thomas menepis penolakan yang diberikan Della dan meneruskan usahanya untuk masuk. Aku melihat saat dia melebarkan lubang anusnya dan menekan kepala penisnya yang besar membelah otot lubang anus Della yang rapat. Della menggelinjang dan dengan lemah memohonnya untuk berhenti, tapi Thomas tak mendengarkannya. Kupikir ini saatnya aku maju dan menghentikannya… tapi aku tak mampu, aku sudah sangat terangsang. Aku sudah tersihir dengan apa yang kusaksikan dan berharap dia memberikan anal seks pada Della. Della meronta berusaha menjauh dari penisnya, tapi kemudian Thomas mencengkeram dengan erat pinggul Della sampai meninggalkan bekas di sana. Lalu dia mulai memasukkan penisnya membelah lubang anus Della. Della tak menyadarinya, tapi matanya terpejam rapat ketakutan, yang malah membuat Thomas dan aku semakin bergairah. Della menatapku, mengisyaratkan agar aku menghentikan Thomas, tapi aku tak bertenaga, tak mampu bergerak atau bereaksi, aku begitu terangsang. Dia kembali menatapku dan aku mamberinya pandangan tak berdaya. Dia sadar kalau aku tak akan melakukan apapun dan akhirnya dia pejamkan matanya dan mencoba untuk tenang.

Pada akhirnya usaha Thomas berhasil dan mendorong kepala penisnya masuk ke dalam lubang anus Della membuatnya merintih kesakitan, meremas karpet dengan kedua tangannya. Thomas terus mendorong sampai akhirnya batang penisnya masuk ke dalam lubang anus Della seluruhnya hingga kantung bola zakarnya dengan mengejutkan menghantam kelentit Della. Della lebih membenamkan wajahnya di karpet dan menjerit. Sekujur tubuhnya bergetar, dan dia mulai merintih kesakitan. Aku melihat mendekat dan dapat kutemui air matanya keluar membasahi pipinya. Dengan penisnya yang sudah seluruhnya tertanam dalam lubang anus Della, Thomas memegangi pinggul Della dengan erat dan memandangku dengan tersenyum lebar. Aku tak akan melupakan wajah puasnya yang menggambarkan kekuasaannya terhadap seorang wanita dan mendominasinya secara menyeluruh. Dia dapat melakukan apapun terhadap Della. Thomas mulai menyetubuhi lubang anusnya dan dapat kulihat Della akhirnya menangis dan masih tetap berusaha mengeluarkan penis Thomas dari dalam anusnya. Dia tak menikmati paksaan Thomas terhadap anusnya. Kukira mungkin Thomas akan berhenti, tapi dia terlihat yakin dengan apa yang dilakukannya meskipun Della masih berontak menolaknya, yang malah membuat lubang anusnya semakin merapat… dan semakin merangsang aku dan Thomas.

Dengan senyuman dan pandangan yang mengatakan ‘lihatlah saat aku membuat istrimu menjerit dan orgasme yang tak pernah di alaminya sebelumnya,’ kemudian dia semakin mempererat pegangannya pada pinggul Della dan mulai bergerak mengayun keluar masuk dalam lubang anusnya yang kecil. Tak bisa kupercaya Thomas dapat memasukkan penisnya yang besar itu ke dalam lubang anus Della yang rapat dan kecil itu, tapi entah bagaimana dai dapat melakukannya. Belum ada yang sebesar itu memasukinya sebelumnya dan itu membuatnya kesakitan. Air matanya terus mengalir dan tubuhnya yang terus mengejang, tapi aku tak mampu menghentikan Thomas, karena belum pernah kurasakan se-terangsang ini dalam hidupku sebelumnya. Gerakan mengayunnya membuat suara aneh saat kantung bola zakarnya menghantam kelentit dan vagina Della berulang-ulang.

Setelah beberapa ayuna panjang dalam lubang anus Della, akhirnya dapat kudengar suara basah yang keluar dari dalam lubang anusnya dan bersamaan dengan itu Della mulai terlihat tenang. Perlahan mulai dilepaskannya cengkeraman tangannya pada karpet, seiring dia yang mulai menggerakkan pinggulnya mengimbangi gerakan mengayun Thomas. Aku benar-benar terkejut! Thomas tak pernah menghentikan gerakannya dan kemudian yang terjadi sungguh tak dapat dipercaya… Della mulai mengeluarkan gumaman kata-kata dan suara yang belum pernah kudengar. Belum pernah aku merasa begitu bangga terhadapnya seperti sekarang ini. Aku lihat lubang anusnya melebar dengan rapat mencengkeram batang penis Thomas yang membuatku yakin mengira kalau lubang anusnya akan robek lebar. Setiap kali Thomas menarik penisnya keluar, anusnya akan tertarik keluar dengan rapat bersamanya. Stamina yang dimiliki Thomas sungguh mengagumkan (sejak dia mengalami orgasme berulang kali sepengetahuanku, kali ini dia masih mampu bertahan selama ini)

Tiba-tiba sebuah erangan keras keluar dari mulut istriku saat dengan tanpa henti Thomas menyodok penisnya dengan sebuah hentakan keras ke dalam lubang anus Della sambil tangannya melebarkan bongkahan pantatnya agar dia dapat masuk sedalam mungkin. Kepala Della terlempar ke belakang dan dia mengerang berusaha menarik nafasnya yang terhenti. Dia tak lagi seperti seorang wanita yang kutahu selama ini saat bercinta. Thomas telah membawanya pada level yang belum pernah dimasukinya. Suara erangannya bagaikan seekor hewan. Thomas melihatku dari balik punggungnya, memastikan apakah aku melihat jelas lubang anus istriku yang di masuki oleh penisnya. Perhatianku terpecah antara melihat lubang anus istriku yang sedang dikerjai Thomas dan konsentrasiku pada masturbasi yang kulakukan saat ini. Dengan sebuah senyuman yang tak kumengerti artinya, dia meneruskan ‘pekerjaannya’ terhadap istriku tersayang, Della yang tak hentinya mengerang dan mendapatkan orgasme beruntun.

Setelah 3 atau 4 kali orgasmenya kini tiada hentinya dia mendapatkan orgasme lagi secara berkesinambungan. Belum pernah kulihat seorang wanita di film atau dimanapun yang mendapatkan orgasme berkesinambungan seperti yang dialami Della malam ini. Tak dapat kupalingkan mataku dari penis Thomas yang bergerak keluar masuk dalam lubang anus istriku yang rapat. Cairan cinta Della terus mengalir pada pahanya. Tubuhnya terus menggelinjang dibawah ayunan pria yang menyetubuhinya tanpa henti

Aku tak menghitung lagi berapa kali dia membuat Della orgasme, tapi Della mendapatkan orgasme berulang kali hingga dia dengan lemah berusaha merangkak, sedangkan penis Thomas masih menancap dengan mantap dalam lubang anusnya. Thomas tak ingin melepaskannya dan mengikutinya hingga Della merebahkan tubuh bagian atasnya di atas sofa. Dengan sigap Thomas langsung memegangi pinggulnya dan kembali menyetubuhinya hingga getaran orgasme menggoyang tubuhnya lagi. Della tak mampu lagi mengendalikan tubuhnya yang terbaring lemas di atas sofa membiarkan Thomas terus menyetubuhinya. Aku kagum pada stamina Thomas, aku harap dia mau berbelas kasihan barang sebentar terhadap Della, tapi dia tidak. Dia tetap mencengkeram pinggul Della dengan keras dan langsung mengocok lubang anusnya dengan tanpa ampun. Saat akhirnya dia mencapai orgasmenya sendiri, bagian matanya yang hitam seolah hilang lenyap ke dalam rongga matanya, dan dia mengerang keras sampai-sampai aku takut tetangga sebelah akan mendengarnya. Della tahu kalau Thomas akhirnya keluar dan dia menggoyangkan pantatnya dan mulutnya mulai mengerang memohon agar Thomas keluar jauh di dalam lubang anusnya. Dia meledakkan bom sperma yang amat dahsyat, dan kemudian jatuh terhempas di atas pantat Della, seiring Della yang kembali mendaparkan orgasme terbesarnya malam ini.

Pemandangan ini terlihat sangat erotis dengan cairan cinta Della yang membasahi semua tempat, dan sperma Thomas yang meleleh keluar dari lubang anusnya. Saat Thomas berbaring kecapaian di atas lantai, Della tergeletak di atas sofa dengan sebuah lelehan sperma yang panjang turun dari pantatnya. Aku memandangi sperma tersebut yang tak terputus hingga akhirnya jatuh menetes di atas karpet dan membentuk sebuah pola basah yang semakin membesar.

Setelah berejakulasi dia tergeletak di atas lantai membiarkan Della yang masih lemah dengan tubuh yang setengahnya berada di atas sofa. Dia juga teramat lelah untuk bergerak. Tak dapat kulupakan pemandangan setelah Thomas menarik keluar penisnya dan Della hanya diam terbaring di sana. Lubang anusnya tebuka lebar hingga anda dapat melihat ke dalamnya. Anal seks yang baru saja mereka lakukan meyakinkanku saat kulihat spermanya yang meleleh keluar dari dalam lubang anus Della kalau aku menyukai segala yang terjadi. Pemandangan tadi membuatku segera menaiki tubuh Della dan ‘menyumbangkan’ spermaku ke lubang anusnya yang sudah merekah. Lubang anusnya terasa sudah kendor dan membuka lebar.

My Story Dia adalah Carmen, istri Yudha. “Pa…papa…” teriak Carmen memanggil Yudha, ... Baru kali ini juga dia melihat orang yang dicintainya dientot oleh orang lain ... Reymo menjilati bagian itu dengan penuh napsu sehingga lubang anus Jeffy ...bjstories.blog.friendster.com/ - Hasil Pencarian Untuk Gue Istri Yang Bener Bener Nakal ...Kegiatan penganiayaan ini dihadiri oleh orang-orang penting, ... istri selingkuh dientot tukang pijit jilat lubang pantan pembantu nakal suka anal anus ...situsbokep.info/search/Gue+istri+yang+bener+bener+nakal... -
ngentot anus mbak kandung Cerita Ngentot mbak anus search results Mbak. memek dan permukaan anus istriku sehingga istriku . ... Mbak khan Shanti mau ngobain dientot lewat anus, seperti Mbak . ... cerita orang-orang kampung, Azis bukanlah anak kandung Pak ... demi sedikit batang ... Kurasakan nikmatnya lubang anus Mbak Erna. Sambil kucucuk . ...cewekina.net/cewek-bugil/ngentot-anus-mbak-kandung/ - Find 'PERTAMA KALI NGENTOT DENGAN SESAMA PRIA.' and more free gay ...Pelan pelan jilatanku turun hingga ke lubang anus Andri. ... Sayangnya aku kurang menyukai permainan ini karena kontolku sudah sering dihisap dengan istriku. ... Ingin membaca cerita pengalam pertama dientot cowok Pasar Kemis, Tangerang? ... Mengapa banyak orang menderita karena cinta? Apa mungkin dunia ini tidak ...www.menonthenet.com/EroticStories/?m=article... - cerita 3 Sekarang dia ingin menikmati pemandangan bagaimana istrinya dientot oleh para begundal itu. ..... Kontol yang tegak kaku itu ditusukkannya ke lubang dubur Lia. .... 'Ini barang peninggalan pemilik lama Pak, orang Belanda, suami istri, ...tagtag.com/e-full-cahtugu/cerita_3 - Spa XXX - Istriku Dientot Negro, Kuentot Spa Therapistnya - Cerita ...Terlihat sangat jelas sekali penis orang negro itu menggosok dan ... Setelah itu Ani menyuruh kedua negro tadi melakukan penetrasi ke anus dan meqi Diah. ... dan keliatannya jarum tersebut biasa dipakai buat bikin lubang piercing. .... Bloganol dot com Cerita Dewasa - Spa XXX - Istriku Dientot Negro, Kuentot Spa ...koleksi-cerita-dewasa.blogspot.com/.../spa-xxx-istriku-dientot-negro-kuentot.html - [iklan-indonesia] cerita seru dewasa nikmat jilat memek abg smu ...26 Sep 2009 ... lubang pantat anus dubur pantat nikmat http://ceritaseksbaru.blogspot.com/ cerita seru selingkuh suami istri dientot orang nikmat jilat ...www.mail-archive.com/iklan...com/msg261478.html -

cewek meregang mengejang menggelepar saat ngentot

Kira-kira satu setengah jam aku menunggu di kamar hotel, pintu diketuk dari luar dan waktu kubuka pintu kamarku, ternyata Rita-u sudah berdiri sendirian. Dia tersenyum manis dengan lipstik merah tua tipis, kontras dengan mukanya yang putih mulus. Badannya semakin bersih dan montok, mungkin pengaruh kandungannya yang jalan dua bulan, sehingga buah dadanya terlihat semakin membesar dan pinggulnya semakin bulat berisi. Terlihat perutnya sedikit membesar dan itu semakin membangkitkan gairahku. Kata orang, wanita yang sedang hamil dua atau tiga bulan itu sedang cantik-cantiknya dan akan sangat menggemaskan laki-laki yang melihatnya, apalagi dalam keadaan polos. Kuraih tangannya dan kutarik dia ke kamarku. Setelah mengunci kamar dengan double-locked, kupeluk dan kucium dia dengan penuh kerinduan, Rita membalas hangat. Kuminta air liurnya seperti biasa ketika kami berciuman dan kutelan dalam-dalam ludahnya yang tetap wangi itu. Baru aku sadar untuk menanyakan kawanku Togar, setelah Rita melepaskan ciumanku yang menggebu-gebu sehingga terengah-engah kehabisan napas.

"Kemana si batak itu?", tanyaku.

"Dia pulang dulu katanya, setelah mengantar Mamah sampai ke pintu kamarmu", jawab Rita.

Tahu betul tuh batak satu.

"Kok, Papah kelihatan kurusan?", katanya lagi sambil memandangiku dari ujung kaki ke ujung rambut.

"Masa? Barangkali kurus mikirin kamu. Apa kabar sayang? Senang ya hidup di Bandung?".

Dia merebahkan badannya di pelukanku, sehingga aku terdorong rebah ke ranjang karena Rita semakin berat badannya.

"Apa kabarnya suamimu? Kok punya isteri cantik ditinggal-tinggal terus", godaku muncul lagi.

"Ah, sudahlah, nggak usah nanya dia, namanya juga pegawai rendahan, harus mau ditugaskan kemana saja", jawab Rita. "Pah, Mamah kangen dan rindu banget deh", katanya lagi sambil berbalik menindih tubuhku.

Oh, Ritaku semakin bahenol saja badannya, dan buah dadanya yang semakin montok menekan dadaku.

"Hati-hati dengan perutmu sayang, nanti anak kita kejepit."

Rita tak peduli, dia terus merangsek dan menciumi seluruh mukaku dan kupingku sehingga seluruh tubuhku merinding dibuatnya.

"Oooohh... Papah, Mamah gemes dan rindu deh!", ujarnya sambil menjulurkan lidahnya yang harum ke bibirku, tentu saja kusambut hangat dan segera menghisap lidahnya dalam-dalam sambil kugigit sayang.

Rita melotot manja, "Aachh... sakiiitt dong Paahh!"

Kukulum lagi lidahnya dan kusedot sambil memejamkan mataku, Rita mulai melenguh bahagia sambil sekali lagi menumpahkan liurnya untuk kuhisap dan kutelan dalam. Kubalikkan badannya pelan-pelan karena Rita sedang berisi, dan segera saja kubuka pakaiannya. Rita diam saja dengan mata terpejam. Kulempar satu-persatu roknya, blousenya, blazernya, dan terakhir celana dalamnya. Oh, Ritaku semakin montok dan menggairahkan. Pahanya, betisnya yang putih bersih, ditumbuhi bulu-bulu halus, pinggulnya semakin montok berisi dan vaginanya dengan bulu-bulu hitam tipis kemerahan semakin menggairahkan. Kujilati badannya mulai dari ujung kaki, naik ke betis, paha dan bermuara di selangkangan dan vaginanya. Rita mulai menggeliat-geliat kegelian.

"Paahh, ooogghh Mamah rindu jilatanmu seperti ini, oooogghh…", lenguhan Rita-ku baru lagi kudengar setelah dua bulan tidak ketemu. "Papah buka pakaiannya dong!", kata Rita mulai nggak sabar.

Aku segera menanggalkan seluruh pakaian yang melekat dan ketika CD-ku kulepas, penisku langsung mencuat keluar dengan tegang. Rita tersenyum manja dan langsung menyergap penisku dengan kuluman mautnya.

"Paahh... Mamah rindu penis iniiii, eeeemmggghh enaakkk Paahh, kok sudah assiinn?"

Mulutnya menyedot-nyedot penisku sambil mundur maju, aku merasakan kenikmatan luar biasa. Rita mengigit-gigit batang penisku yang mulai menegang seperti kayu.

"Maahh, ooogghh… teruusss… oooggghh… tapi jangaann oooghh… keras-keras gigitnya!", aku mulai merem-melek keasyikan.

Rita semakin kencang menghisap-hisap penisku sambil memejamkan matanya, sementara buah-dadanya berayun-ayun ketika dia menaik-turunkan mulutnya sampai batang penisku masuk semua di mulutnya.

"Paah, sudah keluar lendirnya, asiiiin!", sambil menelan cairan penisku, dan hisapannya semakin menjadi-jadi di kepala penisku sambil menghisap-hisap lendir penisku. "Eeeemmhh... enaak Paahh."

Aku semakin merem melek sambil menggapai buah dadanya, dan ketika tanganku berhasil meraihnya, kuremas-remas buah dadanya yang semakin kenyal dan kupilin putingnya yang kemarahan seperti buah delima matang.

"Maahh.. ooogghh... udaahh duluuu yaang, Papah nggak tahaannn... oooghh." Aku menggelinjang kuat ketika hisapannya semakin asyik di kepala penisku. "Sekarang giliran Mamah yang tidur."

Rita telentang pasrah, kedua kakinya kurenggangkan, kuusap-usap perutnya yang mulai kelihatan sedikit buncit mengandung anakku. Kubenamkan mukaku di selangkangannya sambil kujilat kedua selangkangannya dan dengan cepat kujilat pula lubang duburnya. Rita selalu nggak tahan kalau kujilat lubang pantatnya.

Dia menggelinjang kegelian sambil merintih. "Aduuuhh… Papah jahaat!"

Kumainkan klitorisnya dan lubang vaginanya dengan lidahku dan kukeluarkan ludahku membasahinya sehingga terasa semakin nikmat ketika kuhisap cairan vaginanya yang sudah mulai keluar bercampur ludahku. Asin, manis dan gurih. Kutelan dalam-dalam. Rita mulai menaik-turunkan pinggulnya kegelian.

"Paahh, eeemmggghh.... ooogghh… teruuusss... Paahh, lidahnya kayak kontoool.", dia terus melenguh seperti biasanya, dan lenguhannya ini yang tak bisa kulupakan.

Lidahku yang tegang semakin kujulurkan ke dalam lubang vaginanya, kumainkan klitorisnya dengan lidah digetarkan, Rita menggelinjang hebat. Rongga-rongga vaginanya kulumat dan kujelajahi dengan lidahku, sementara bibirku melumat kelentitnya yang memerah.

"Oooooghh... Papaahh... nikmaat... teruuusss Paahh!". Rita menaik-turunkan pantatnya semakin tinggi, sehingga lidahku seperti penis menancap dalam di vaginanya.
"Aduuhh... Paahh... oooogghh... Paahh, Mamaahh... oogghh... enaakkk!", mulai deh Rita melenguh panjang. "Paah, ayo naik deh, Mamah sudah nggak tahan, masukin cepet penisnya sayaang!"

Rita semakin melebarkan selangkangannya dan menggapai badanku. Aku bangun dan menidurinya dengan hati-hati karena sekarang Rita sedang berbadan dua. Penisku sudah keras seperti batu dan mengangguk-ngangguk gagah mencari mangsa. Penis pun tahu bahwa kesukaannya ada di depannya, vagina Rita memang sudah tak asing lagi buat penisku sehingga begitu bersentuhan saja langsung mengeras bukan main. Seperti batu! Dan Rita memang nggak bakal lupa dengan keperkasaan penisku yang mulai dikenalnya sejak dia perawan, untuk pertama kali menikmati penis lelaki.

Kugesekkan penisku di pahanya, Rita kegelian, dan memberikan kode supaya langsung ditancapkan ke vaginanya yang sudah menganga, basah, hangat dan mulai menyedot-nyedot mencari mangsa. Kubenamkan kepala penisku sedikit demi sedikit, oh hangatnya vagina Rita dan vaginanya mulai bereaksi menyedot-nyedot, empot ayamnya mulai main. Kutarik lagi penisku, sehingga pinggul Rita ikut naik karena sudah tidak sabar ingin melumat penisku. Kubenamkan lagi batang penisku perlahan, Rita menaikkan pinggulnya ke atas, sehingga batang penisku setengah ditelan vaginanya. Pinggulnya diputar-putarkan sambil mengeluarkan jurus "empot-ayamnya" .

"Oooogggghh… Mamaahh... uughhgghh... nikmaattt aduhh.", desahanku membuat Rita semakin semangat menaik-turunkan pinggulnya, hingga batang penisku semakin amblas ditelan vaginanya yang tetap saja sempit.

"Paahh tekaannnn Paahh... Mamaahh... oogghh... nikmaattt sekalii."

Pinggul Rita dan badannya semakin bahenol dan seksi, perutnya yang sedikit membesar membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Kuganjal pantatnya dengan bantal dan aku setengah duduk dengan bertumpu pada dengkul menggenjot penisku keluar masuk vagina Rita yang semakin naik ditopang bantal sehingga seluruh rongga vaginanya terlihat jelas. Bleeesss... creekkkk.... bleeees... creeekkk… gesekan dahsyat penis dan vaginanya yang empot ayam semakin ramai saja. Daging vaginanya terlihat seperti terbawa ketika kucabut batang penisku saking sempitnya. Dan "empot-ayam"-nya dikeluarkan kalau senggama dengan aku saja katanya, sedangkan dengan suaminya tetap seperti layaknya gedebog pisang.

"Paah... aduuhh… Paahh.. kontoolnya ooghh… Mamaahh... nggaak tahaan... Paahh!", Rita seperti nggak ingat sedang hamil, badannya bergetar, pinggulnya naik turun dengan cepatnya, miring ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan penisku yang perkasa. "Paahh... ooghh.... eemmghh... oozzzhh... aauugghh... eeemmhh... teruuzshh... tusuuukk.... Paahhghh", lenguhan itu yang sangat kudambakan.

Aku seperti lelaki yang sangat dibutuhkan Rita-ku, tidak ada lelaki lain yang bisa memuaskannya lahir batin. Aku semakin gila menyodokkan penisku keluar masuk vagina Rita, kuangkat kaki kirinya ke atas dan kutenggelamkan seluruh batang penisku sampai terasa mentok di ujung lubang vaginanya.

"Oooogghh... Paahh... uughhzz... Papaahh... nikmaatt... ooghh.... teruss... aduuuuhh... teruuss, Mamaahh... maooo... keluaarr!", Rita berteriak-teriak keras sekali sambil seluruh badannya bergetar dan bergoyang, keringat kami bercucuran seperti habis mandi membasahi sprei. "Paahh, kenapa dicabut?", Rita mendelik waktu penisku mendadak dicabut dari lubang vaginanya.

Rita tersenyum lagi ketika kuminta dia menungging, supaya kami bisa bermain dengan "doggy style". Wow, pinggulnya yang putih mulus semakin berisi dan bahenol saja menambah nafsuku semakin menjadi, ketika Rita menungging. Kuhisap dan kujilat lendir vaginanya dari belakang, sekalian lubang pantatnya, Rita melenguh panjang. Dia memang paling geli kalau dijilat lubang pantatnya.

"Papaahh.... aduhh.... Mamaahh, nggak tahaan doongg... cepat masukin penisnyaa!", teriak Rita sambil menunggingkan pantatnya, sehingga terlihat vaginanya yang merah jambu dan sedikit basah itu.

Penisku yang lagi tegang-tegangnya kuarahkan ke lubang vaginanya seperti mengarahkan meriam. "Si Jagur" siap menembak tank-tank Belanda. Dan... bleeeesszzhh... penisku menyeruak ke dalam "gua kenikmatan dunia" Rita-ku.

Rita kembali melenguh panjang, "Paahh... oooggghh... teruuss kocookk sayaang!"

Aku mulai menarik dan membenamkan batang penisku keluar masuk lubang vaginanya yang terasa semakin sempit dan menyedot-nyedot kalau bersenggama dengan "doggy style" kesukaan kami berdua.

"Oooggghh... Maahh, Papah enaakkk... ooooggghh... hhzzz... aahzzoogghh. .. duuh.... Maahh... aa... duuhh gilaa... yaangg, teruuss goyaang.. cakeeep!"

Rita memundur-majukan pantat dan pinggulnya semakin cepat sehingga bed kamar hotelku berderit-derit bunyinya. Keringat kami jatuh bercucuran. Nikmat sekali rasanya bersenggama dengan kekasihku tersayang ini. Jiwa raga kami rasanya bersatu-padu.

"Aduuuhh... Papaahh... ooggghh... enaakkk... Paahh, teruusss Paahh genjot... teruuuss... aahh... lebih kenceng, oooggghh... aahhzzzzhh... duhh", badan Rita berguncang-guncang keras, goyangan pinggul dan pantatnya tambah menggila dan lubang vaginanya seakan mau melumat habis dan mematahkan batang penisku.

Air maniku rasanya sudah mengumpul di kepala penisku, siap disemprotkan kapan saja kalau mau, tapi aku mau agar Rita-ku dulu yang klimaks supaya dia puas. Belum tentu kami bisa ketemu seminggu sekali, padahal dia pernah bilang bahwa kalau kami bisa kawin mungkin bisa berhubungan badan setiap malam, karena penisku terasa nikmat sekali rasanya katanya suatu hari sambil melumat lendirku yang keluar di mulutnya, dan Rita nggak geli menelan semua air maniku.

"Paahh... Mamaahh... ooggghh... Paahh... aaduuhh... oggzz... giillaa.... aahh.. ooogghh... Mamaahh.... ooghh... maauu keluaarrr!"

"Tungguu sayaangg.. Mamaah berbalik dulu telentang lagi", perintahku.

Kami sudah hampir mencapai orgasme. Kucabut penisku, Rita kemudian telentang dengan kedua kaki dibuka lebar. Vagina dan lubang pantatnya kubersihkan dulu dengan jilatan lidahku penuh nafsu. Kutelan habis cairan vaginanya yang asin, wangi dan gurih itu.

Dia menggelinjang sambil bergumam, "Aduuuhh… ooogghh… Papah jahaat!", sambil tersenyum manja dan matanya merem-melek. "Cepetan masukin lagi penisnya Paahh, Mamah sudah nggak tahan nih!"

Aku segera menaiki tubuhnya dengan hati-hati takut kandungannya tertekan dan anakku kesakitan. Kuarahkan lagi batang penisku yang sudah merah legam seperti batu dibakar untuk siap bertempur sampai titik darah putihku terakhir, demi untuk Rita-ku tersayang. Dan... bleeezzzhh…

Dan Rita melenguh panjang sekali, "Oooogghh Paahh.. kocookkkhh yangghhzz.."

Kutarik cepat penisku sampai kepalanya nongol ke permukaan vaginanya dan seketika itu juga kubenamkan habis batang penisku ke lubang vaginanya sampai terasa mentok.

Rita melenguh panjang, "Oooggghh… Paahh aduuuhh… gilaa… nikmaat."

Kucabut lagi batang penisku tiba-tiba dan kubenamkan lagi kuat-kuat ke dalam vaginanya, dengan style agak miring, terkadang dari lubang sebelah kanan, terkadang masuk dari lubang sebelah kirinya, membuat Rita terbuai kenikmatan luar biasa.

"Ooooowww… ooogghh… aahh… Papahh enaakkhh… duhh… ampuunnn… duuhh… ooghhz.... Paahhzz!", teriakannya melengking-lengking, seperti nggak peduli kalau ada yang dengar.

Aku semakin bernafsu, keringatku bercucuran, penisku terasa semakin tegang dan mau meledak dan terasa panas sekali seperti gunung mau memuntahkan laharnya.

"Maahh.. ooghhzz… Maahh nonooknya gilaa empot ayaamm… goyaanggg… teruusss… oogghh… yuuu… bareeeng… keluariiin… Maahhggzz!

Kami semakin menggila saja, aku menusukkan batang penisku dan mencabutnya setiap "setengah detik" sekali, dan goyangan pantat dan pinggul Rita semakin menjadi-jadi. Tempat tidur semakin ramai berderit-derit, keringat kami bercucuran seperti mandi sambil bersenggama, atau bersenggama sambil mandi, bercampur menjadi satu menambah kenikmatan dan rasa menyatu yang bukan main indahnya. Rita semakin menggila, mengelepar-gelepar keasyikan, matanya merem-melek. Kucium dan kulumat seluruh wajahnya, bibirnya, jidatnya, ludahnya kusedot dalam-dalam. Rita menggigit lidahku keras sekali sampai aku menjerit kesakitan. Itu tandanya Rita-ku mau ejakulasi dan klimaks. Kukuatkan agar cairan air sorgaku nggak muncrat dulu sampai Rita-ku mencapai klimaksnya. Tiba-tiba...

"Paahh.. oooggghh… aduuuhh… Maamah keluuaarr… ooghh… aduuhh… gilaa… ooowwwhzz… aahh… Papaahh.. uuughh… uughh… uuugghh…", dia sekali lagi menggigit lidahku sampai berdarah barangkali, sambil mencubit keras pahaku, itu memang kebiasaannya kalau meregang menahan klimaks luar biasa.

Aku tak peduli apapun yang dilakukan Rita-ku demi kepuasan kekasihku ini. Aku terus menggenjotkan penisku semakin gila dan rasanya sudah nggak tahan lagi menahan spermaku muncrat di vaginanya yang kusayangi. Rita sudah kepayahan rupanya, katanya vaginanya terasa ngilu kalau dia keluar duluan dan aku masih semangat menggenjotkan penisku keluar masuk vaginanya.

"Cepeeet dooong yaang aach… Mamaah capeee", katanya

Dan akhirnya...

"Ooogghh.. Maahh.. Papah jugaa keluaarrr... ooooghh.. oooghh... oooghh.. Mamaahh... aduuuuhh eemmhhzz!"

Kami sama-sama meregang, mengejang, mendelik, menggelepar, seakan jiwa raga kami terbang ke angkasa luas nan indah, ke alam surgawi dunia fana entah sampai kapan kami akan memagut cinta, tapi rasanya memang sulit berpisah. Kupeluk dan kucium Ritaku yang terkulai puas dengan senyuman tersungging di bibirnya yang merah muda tanpa gincu. Kulumat lagi bibirnya habis-habisan, dia melenguh manja dengan mata tertutup letih tanda puas yang luar biasa.

ngentot asikx.htm - Cerita Seru Panas Tubuhku meliuk dan meregang merasakan rangsangan terhebat yang baru kali ini .... Tubuhku bergetar dan mengejang bagaikan tersengat aliran listrik. Aku mengejat-ngejat dan menggelepar saat bibir Oom Heru menyedot kelentitku dan ..... Toket Foto Bugil Indonesian Foto Ngentot Telanjang Cewek Cina . ...ceritaserupanas.co.cc/ngentot%20asikx.htm - Cerita panas terbaru: matanya merem-melek saat klimaks orgasme ... Ah, boleh juga tuh cewek pikirku, bodinya cukup montok, hitam manis dengan buah dada ..... Kami sama-sama meregang, mengejang, mendelik, menggelepar, seakan jiwa raga kami terbang ... Bokep Abg smu ngentot nungging dengan tukang kebun. ...ceritapanasterbaru.blogspot.com/.../matanya-merem-melek-saat-klimaks.html -17TAHUN Ah, boleh juga tuh cewek pikirku, bodinya cukup montok, hitam manis dengan buah ... sedangkan kamu nikmat-enakan tiap malam ngentot dengan suamimu. ... tiap saat mau mainkan tinggal buka celananya, penisnya gede lagi, pasti kamu melenguh keenakan! ..... Kami sama-sama meregang, mengejang, mendelik, menggelepar, ...17tahun.110mb.com/a003/a091.htm - Gairah Liar Wanita « Kumpulan Cerita Panas Ngentot Gadis Mmm… pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan ... mengocok batang kemaluannya… mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan ... Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, .... seakan mengejang, tak tahan menahan kenikmatan yang luar biasa… ...ceritangentot.wordpress.com/2008/05/04/gairah-liar-wanita/ ngentot asikx.htm - Situs Cerita Dewasa Saat ini usiCerita Dewasa Koleksi Cerita Panas 24 tahun, anak ke-5 dari 5 bersaudara ..... Toket Foto Bugil Indonesian Foto Ngentot Telanjang Cewek Cina . ...cewekseksi.maugratis.com/.../ngentot%20asikx.htm -
(CD) TAMARA BLESZINSKY'S HIDDEN DIARY PART 2 17tahun, Cerita ...“Kalau gue nelepon berarti gue kepingin ngentotin elo. ... Tamara mulai merintih lirih saat Samy makin gencar membelai dan meremas payudaranya dengan .... Seketika itu pula tubuh Tamara mengejang kuat dan menggelepar seolah berusaha .... Tamara merasakan sekujur syarafnya meregang kuat bagai ditarik ke segala arah. ...17tahun.us/.../cd-tamara-bleszinskys-hidden-diary-part-2/

Cewek bugil bokep 3gp terbaru keluar mani

Beberapa hari setelah pernikahannya aku membenamkan diri dengan pekerjaanku, siang dan malam kusibukkan diriku dengan pekerjaan dan mengurus anak-anakku. Aku tak mau membayangkan, dan memang tak sanggup membayangkan sedang apa Rita beberapa hari setelah pernikahannya. Aku cemburu, marah, masgul, gundah jika membayangkan dirinya sedang bersenang-senang dengan suaminya yang tentunya sudah tak sabar ingin menikmati kemontokan dan kemulusan tubuh Rita, yang sudah resmi jadi isterinya. Aku membayangkan Rita telanjang bulat bersama suaminya, manja, bersenggama bebas tanpa takut oleh siapapun dan melenguh mesra seperti ketika bersenggama denganku.

Tiba-tiba aku sangat benci padanya, aku menganggap Rita nggak setia padaku, Rita telah mengkhianati cintaku, buktinya dia mau saja digilir oleh lelaki lain. Apakah itu yang namanya cinta dan kesetiaan? Aku bertekad untuk menjauhinya mulai sekarang, dan aku tak akan menerima teleponnya. Rita memang berjanji akan meneleponku paling lambat satu minggu setelah dia menikah dan sebelum ikut suaminya pindah ke Bandung.

Tidak! Aku tak akan menerimanya jika dia meneleponku, biar dia tahu rasa, aku tak mau bekas orang lain. Benar saja, pada hari kelima setelah kawin dia meneleponku.

"Pak, ada telepon", kata sekretarisku yang baru, pengganti Rita.

Anehnya, meskipun dia berparas lumayan, aku tak tertarik sama sekali dengan sekretaris baruku itu. Aku memang bukan type "hidung belang" yang sekedar mau iseng bercumbu dengan perempuan. Aku hanya jatuh hati dua kali seumur hidupku, kepada isteriku dan kepada Rita.

"Pak, kok melamun, ada telepon dari Ibu Rita, katanya bekas sekretaris bapak", sekretaris baruku kembali mengagetkan lamunanku.

"Ooh.. ya... ya.. sebentar Rani... emh.. dari siapa? Rita? Bilang saja Bapak sedang ke luar kantor ya!", aku mengajari dia bohong.

"Lho, Pak, kenapa? Kan kasihan Pak, katanya penting sekali, dan besok Ibu Rita mau pindah ke Bandung". Rani, sekretaris baruku itu mulai mendesakku untuk menerima saja telepon Rita itu.

Aku sejenak merasa bingung, aku rasanya masih benci tapi juga sangat rindu sama Rita, apalagi kata Rani besok akan jadi pindah mengikuti suaminya yang bekerja di Bandung. Setelah berfikir sejenak...

"OK, Rani, sambungkan ke sini!", dan aku agak gugup untuk kembali berbicara dengan Rita, untuk kembali mendengar suaranya, Rita yang sekarang sudah menjadi isteri orang lain.

"Hallooo... siapa nih?", kataku agak malas.

"Papah, ini Rita, Pah, Papah kok gitu sih?", jawab Rita di ujung sana.

"Oh, Nyonya Prayogo, saya kira Rita Prameswara kawanku", kataku menggoda.

"Nggak lucu ah... Mamah sekarang tanya serius, apa Papah mau nemui Mamah nggak sebelum besok Mamah pindah ke Bandung?", jawabnya lagi setengah mengancam.

Aku bingung juga ditanya begitu, sebab jauh di dalam hatiku sebenarnya aku rindu berat sama Rita, tapi kebencian dan kekesalan masih menempel erat di benakku.

Beberapa jenak, aku nggak bisa menjawab sampai Rita nyerocos lagi. "Mamah ngerti, Papah masih kesal dan benci sama Mamah, tapi kamu kan sudah setuju kalau Mamah terpaksa harus kawin, demi kebaikan hubungan kita dan demi menjaga nama baikmu juga. Papah dengar! Mamah sudah seminggu nggak menstruasi lagi sampai sekarang. Ingat hubungan kita di Hotel Sahid terakhir kali? Sudahlah, nanti Mamah ceritakan lebih lengkap, sekarang mau nggak jemput Mamah di toko biasa di Blok M? Soalnya mumpung si Yudi pulang agak larut malam".

Nama suaminya memang Yudi Prayogo dan hanya selisih dua tahun dengan Rita, katanya sih ketemu di kursus Inggris LIA.

Hatiku mulai melunak mendengar pengakuannya dan serta merta aku menyetujui untuk menjemputnya di Blok M. Aku memarkir mobilku di tempat parkir yang agak memojok dan sepi, maklum kami harus semakin berhati-hati, karena Rita sudah menjadi isteri orang. Rita segera hafal melihat mobilku dan setelah Rita duduk di sampingku, segera kukebut lagi keluar Blok M menuju ke utara melewati Sisingamangaraja, Sudirman, naik jembatan Semanggi terus memutar ke jalan Jenderal Subroto dan dengan cepat masuk ke halaman parkir Hotel Kartika Chandra. Rita terlihat lebih cantik, sedikit gemuk dan tambah bersih dan putih mukanya. Rambut dan bulu-bulu halus di sekitar jidatnya terlihat hilang, mungkin karena dikerok oleh perias pengantinnya.

Dia mengenakan celana panjang merah dan T-Shirt putih kembang-kembang ditutupi blazer warna hitam. Terlihat serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Banyak yang nyangka dia keturunan Tionghoa, padahal Jatul. Tahu Jatul? Jatul itu "Jowo Tenan" atau "Jawa Tulen". Ibunya dari Purwokerto dan bapaknya dari Surakarta, katanya sih masih kerabat Kesultanan Surakarta, masih trah langsung Raja Pakubowono. Setelah check-in sebentar, aku sudah berdua-dua dengan Rita di kamar hotel, dan untuk pertama kalinya aku berduaan dengan isteri orang. Ada perasaan berdosa menyelinap di hatiku. Tapi semuanya menjadi hilang karena betapa besarnya cintaku pada Rita. Juga sebaliknya, jika Rita tak mencintaiku, mana mungkin dia berani bertemu dengan lelaki lain padahal dia baru kawin lima hari lalu?

"Papah, Rita sedang mengandung janin anakmu, biasanya tanggal lima minggu lalu Mamah menstruasi ternyata nggak keluar sampai sekarang", Rita menambahkan keterangannya tadi di telepon, dan aku semakin cinta dan sayang rasanya. Tapi tetap saja ingin menggodanya dan mengetes cintanya padaku.

"Oh, ya, hampir lupa, gimana dong bulan madunya kemarin, ceritain dong Rit! Pasti seru dan rame dengan lenguhan. Dan apa suamimu nggak ribut tanya perawanmu kaya Farid Hardja?"

--------------------------------------------------------------------------------

LydApril 26th, 2007, 16:22
Rita mendelikkan matanya dan mencubit pahaku keras sekali. "Percaya atau tidak terserah Papah, yang pasti nggak ada lenguhan, nggak ada goyangan, persis kaya gedebog pisang. Si Yudi memang sempat marah-marah karena mungkin Mamah ternyata begitu dingin dan nggak gairah. Tapi memang nggak bisa dipaksakan. Mamah hanya bergairah kalau bersenggama dengan Papah. Dia nggak nanya tuh, kenapa nggak ada darah perawan Mamah di sprei, ah.. sudah.. sudah! Nggak usah tanya gitu-gituan lagi. Nanti malah berantem terus. Pokoknya Mamah sayaang benar sama Papah, nggak ada duanya deh".

Seperti biasa dia mulai mencopoti pakaianku satu-persatu, sampai CD-ku dia pelorotin juga. Begitu dibuka CD-ku, penisku langsung bergerak liar dan setengah tegang begitu tersentuh tangan halus Rita. Tak buang waktu lama, Rita melemparkan semua pakaiannya ke lantai karpet sampai terlihat bodinya yang seksi, putih mulus dengan puting susu yang semakin ranum. Mungkin pengaruh dari kehamilannya meskipun baru beberapa hari mengandung anakku. Penisku yang masih setengah tertidur langsung dikulumnya ke dalam mulutnya dan dihisapnya dalam-dalam, padahal aku masih berdiri seperti patung dengan bersandar ke tembok. Dengan ganas dia menghisap, menggigit dan menyedot penisku dalam-dalam sampai penisku mentok ke langit-langit mulutnya. Tak lama penisku langsung tegang dan memerah dan mengkilap bercampur ludahnya.

"Ooooggghh... Maahh.... terus Maahh... jilaat.... ooogghh...", aku mulai terangsang dan kenikmatan setiap penisku dihisapnya.

Rita memang suka sekali menjilat dan menghisap penisku, tapi ketika kutanya apakah dia juga menghisap penis suaminya, dia bilang amit-amit, nggak nafsu katanya. Mulut Rita pindah menghisap dan menjilat penisku, dia juga senang menggigit-gigit dua bakso penisku, sampai aku kesakitan campur geli dan nikmat bukan kepalang.

"Ooooghh... Maahh... jangan digigit, Papah sakiiittt".

Aku minta Rita berhenti dulu mengulum batang penisku, aku juga sudah rindu untuk menjilat vagina dan klitorisnya. Kuminta Rita tiduran di pinggir tempat tidur empuk itu dengan kaki terjuntai ke bawah, dengan begitu aku bisa duduk di tengah-tengah selangkangannya. Vagina dan klitorisnya terlihat jelas kalau begitu. Oh, begitu indah dengan warna merah jambu klitoris dan lubang vaginanya terlihat jelas di hadapan mukaku. Kujilat dengkul dan pahanya, terus merayap kujilati selangkangannya yang mulus, sesekali kujilatkan lidahku ke lubang pantat, klitoris dan lubang vaginanya, Rita melenguh-lenguh tertahan.

"Oooghh… Papaahh... eeemghh… aduuuhh... teruuuss... Paahh... oooghh... enaakkk."

Kalau Rita sudah mulai melenguh begitu aku semakin bernafsu untuk terus menjilat, menggigit dan menyedot-nyedot klitoris dan lubang vaginanya sambil menyedot air maninya yang mulai meleleh keluar dan lubang vaginanya. Oh, nikmat... manis dan sedikit asin, kaya kuah asinan Bogor. Kukeraskan lidahku supaya semakin tegang dan kutusukkan ke dalam lubang vaginanya, Rita semakin melenguh keenakan, karena mungkin lidahku terasa seperti penis menyodok-nyodok semakin ke dalam lubang vaginanya. Cairan vaginanya semakin banyak keluar dan kuhisap dan kutelan dengan nikmat. Kadang-kadang rambut kemaluan Rita ada yang putus dan ikut termakan.

"Paahh.... ooooghh.... Paahh... enaakkk… teruuuusss.... Paahh... ooooggghh... aduuuhh", Rita semakin ramai, barangkali suaranya terdengar tamu di sebelah atau room-boy yang sedang lewat.

Kujilatkan lidahku ke lubang pantatnya berkali-kali Rita bergelinjang kegelian. "Papaahh... geliiii...".

Penisku menggesek pahanya yang mulus sehingga semakin tegang.

"Paahh... penisnya geli tuh di paha Mamah, udahan dulu ngisepnya sayang.... kesini deh, cium Mamah dan masukin penisnya."

Kuhentikan jilatan lidahku, memang sudah mulai pegal juga menegangkan lidahku hampir seperempat jam. Kugeserkan badanku ke atas, sejajar dengan tubuh Rita dan sambil kulumat mulutnya dalam-dalam kugesekkan penisku ke vaginanya yang basah, oh... betapa nikmatnya. Kukulum dan kugigit lidahnya. Rita menjerit tertahan, kemudian kujulurkan juga lidahku dan dia balas menggigit lidahku dengan bernafsu. Aku gantian teriak, sampai keluar sedikit air mata. Untuk kenang-kenangan kalau Rita di Bandung katanya. Kujilati kupingnya, jidatnya, hidungnya, matanya sampai Rita menggelinjang- gelinjang ketika kujilati dan kugigit kupingnya.

"Tuuuuhh.. Paah lihat, sampai merinding," katanya manja. "Paahh, masukin penisnya Paahh, Mamah sudah rinduuu.", Rita melenguh manja.

Rita merenggangkan selangkangannya untuk membuka lubang vaginanya lebih lebar lagi. Penisku yang tambah keras nyasar-nyasar di lubang vaginanya setelah menembus bulu-bulu vaginanya yang mulai basah dan bleesssss... Rita berteriak keenakan sambil menggigit bibirku.

"Paahh... ooogghh... pelaan-pelaannn... doongg."

Matanya terpejam, nafasnya yang harum dan bau mulutnya yang wangi masuk semua terhirup oleh hidungku. Kutarik dan kutekan penisku semakin kuat dan sering, keringatku semakin bercucuran, mungkin berkat bir hitam cap kucing yang kuminum sebelum bermain dengan Rita tadi. Rita juga semakin mengencangkan goyangan pinggul dan pantatnya turun naik sampai aku merasakan kepala penisku mentok di ujung lubang vaginanya.

"Paappaahh.... ooogghh... teruuusss… cumbu Mamaah Paahh... Mamaahh cintaa, Mamaahh.. sayyy... oooghh.. aduuhh... aanggg.", Rita semakin ramai mengerang dan melenguh tak peduli suaranya akan didengar orang.

Kuminta Rita menungging setelah kucabut penisku. Rita menurut dan wow! Aku selalu semakin bernafsu kalau melihat pantat dan pinggul Rita yang mulus dan seksi. Sambil setelah jongkok, aku menyodokkan penisku dari belakang setelah membuka lubang vaginanya sedikit dengan tanganku dan bleeeeezzzz…

Rita berteriak keenakan, "Aaggghh… oooghh... Paahh... terus genjot Paahh... wooowww... enaakkk Paahh..."

Aku semakin mengencangkan sodokan penisku. Rita melenguh, merintih dan teriak-teriak kecil sementara itu keringat kami semakin bercucuran membasahi seprei. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa setiap mempraktekkan berhubungan badan dengan gaya "doggy style" sehingga spermaku mulai meleleh keluar, semakin meramaikan bunyi gesekan penisku dengan vagina Rita. Rita semakin menunggingkan pantatnya sehingga penisku semakin amblas di dalam vaginanya. Rasanya air maniku sudah mengumpul di kepala penisku menunggu dimuntahkan habis.

"Maahh... oooghh.... aduuuhh... Maahh, vaginanya enaakk... punya Papah yaa sayaang....?"

Rita menjawab sambil merintih, "Iyaa... sayaangg, semuanya punya Papaahh."

Kusodokkan penisku semakin dalam. "Maahh.... adddduuhh.... Papaahh... moooo keluaarr! Cabut dulu ya Maahh...?"

Rita setuju dan segera telentang kembali. Aku segera menggumulinya dari atas badannya, kulumat pentil buah dadanya. Rita kenikmatan dan minta penisku segera dimasukan kembali ke vaginanya. Dia minta aku merasakan kenikmatan bersenggama dengannya, sampai nanti bertemu lagi di Bandung dengan segala cara. Kumasukan kembali penisku ke vaginanya yang semakin basah dengan cairan sperma kami yang sudah bercampur satu.

Bleeessszzz… crroockkk... chhooozkk... breesszz... crrrockkk.... bunyinya semakin gaduh. Rita semakin membabi buta menggoyang dan menaik-turunkan pinggulnya dan aku juga demikian. Kutekan dan kucabut penisku yang panas dan keras ke lubang vaginanya. Ingin rasanya kutumpahkan semua spermaku ke lubang vagina dan rahim Rita supaya anakku semakin sehat dengan tambahan vitamin dan mineral dari sperma bapaknya. Supaya kegantengan dan kepintarannya juga turun ke anakku yang ada di dalam rahim Rita. Tiba-tiba kami merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, kami meregang dan melenguh bersama-sama merasakan sorga dunia yang tiada taranya, meregang, meremas dan memeluk erat-erat dua badan anak manusia yang saling mencinta dan seakan tak mampu terpisahkan.

Rita mengejang badannya dan menggigit bibir dan lidahku, pinggulnya terangkat sambil berteriak, "Papaahh.... oooghh... Mamaah... ooghh… keluaar... sayaangg", sambil mencubit dan mencakar punggungku.

Mendengar lenguhan dan teriakan ejakulasi Rita, aku pun mulai tak tahan menahan desakan air maniku di kepala penisku dan sambil menekan dalam-dalam penisku di vaginanya aku berteriak sambil mengejang, kugigit lidahnya, "Maahh... oooggghh... Papaahh... jugaa..... keeelluuuaarrr. ... oooghh.... sayaanggg... . nikmaattt."

Ngentot Keluar Mani 3gp :: Download File cewek ngentot orgasme 3gp :: download file ... gadis ngentot keluar mani 3gp ... keluar 3gp download file porno bokep telanjang bugil ngentot smu 4shared ...delpanantika.com/.../ngentot+keluar+mani+3gp+::+download+file - 3gp Bokep Terbaru Lho 3gp Bokep Terbaru Lho at Cartoon-Episodes.com Search related 3gp Bokep Terbaru Lho here. ... Bokep Abg Smu Nikmatnya Jilat Memek Tetangga Sampai Keluar Sperma ... Video Bokep Di Youtube Komunitas Cewek Bugil Video Bokep 3gp ...www.cartoon-episodes.com/.../3gp-bokep-terbaru-lho.html - Cewek Bokep 3gp Pekan Baru - Web Search Cewek Bokep 3gp Pekan Baru kampanye bugil video 3gp bokep hot gadis sma artis bugil terbaru ... artis bugil cewek perawan gadis bugil gadis seksi mesum porno artis bugil terbaru video ...spotiklan.net/search/cewek+bokep+3gp+pekan+baru - Bokep ABG SMU 3GP Bokep Artis Senggama Ngentot Cewek Cantik ...Bokep 3GP SMA Bandung bugil gambar anak sekolah foto toket cewek SMU 100 nbsp ... memek teman sekolah ngulum kontol jilat peju keluar sperma dimulut tante ... Foto Artis Download Bokep Terbaru 2009 Gosip Artis Foto …35, mandi sambil . ...cewek-cantik.com/.../Bokep+ABG+SMU+3GP+bokep+artis+senggama+ngentot -
Memek, Ngentot, Bugil, Telanjang, Payudara, Toket Bokep 3gp ...cerita dewasa terbaru: Cerita seks tukar pasangan terbaru ... komunitas cewek bugil video bokep 3gp sex dewasa gratis indonesia ... bokep 3gp belajat setubuh ngentot ngewe jilat memek tante janda hobi isep kontol keluar sperma di mulut ...www.cantikbugil.net/.../Bokep+3gp+–+Ngentot+pas+hamil+muda+kenapa+tidak?++...Cewek+ - 3gp bokep bok3p abg at Bookmark Canter Download Koleksi Video 3gp bokep Terbaru Gratis dan Koleksi Gambar, ... memek teman sekolah ngulum kontol jilat peju keluar sperma dimulut tante isep ... by google bokep 3gp bok3p malaysia telanjang foto cewek bugil bispak tante girang. ...www.bookmarkcenter.com/.../3gp+bokep+bok3p+abg.php -